Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) memangkas penguatan dan diperdagangkan di kisaran US$70,10 per barel pada sesi Asia, Selasa (30/06). Pelaku pasar memilih lebih berhati-hati setelah muncul beragam perkembangan terkait konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih belum menunjukkan kepastian.
Sentimen pasar semakin beragam setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Amerika Serikat dan Iran akan menggelar perundingan damai di Doha, Qatar. Namun, pemerintah Iran langsung membantah pernyataan tersebut dan menegaskan tidak ada agenda pertemuan dengan Washington. Teheran juga menegaskan fokusnya saat ini adalah menjalankan kesepakatan sementara yang telah disepakati sebelumnya.
Di sisi lain, perhatian investor tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia. Iran masih membuka kemungkinan menerapkan biaya transit setelah masa bebas biaya selama 60 hari berakhir. Wacana tersebut mendapat penolakan dari Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Teluk, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan menjaga volatilitas harga minyak tetap tinggi.
OPINI ANALIS TRAZE
Secara teknikal, harga Minyak WTI masih bergerak di atas area golden ratio 61,8% yang berada di kisaran 69,41, menandakan zona tersebut menjadi support penting untuk menjaga peluang kenaikan. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, potensi rebound tetap terbuka dengan target awal menuju 70,96, kemudian berlanjut ke area 71,65 sebagai target berikutnya.
Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai tekanan jual apabila harga gagal mempertahankan support 69,41. Penembusan di bawah level tersebut berpotensi membawa WTI turun menuju 68,45 sebagai area invalidasi skenario bullish. Dengan momentum yang masih berada di area penentuan arah, pergerakan harga dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh respons pasar terhadap level support dan resistance utama tersebut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi