Harga emas kembali melemah pada perdagangan sesi Asia, Rabu (01/07) setelah gagal mempertahankan penguatan sehari sebelumnya. Logam mulia ini turun di bawah level psikologis US$4.000 dan mencatat pelemahan selama tiga hari berturut-turut, mendekati posisi terendah sejak November 2025. Tekanan datang dari penguatan dolar AS yang didorong ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve serta ketidakpastian perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang masih menunjukkan ketahanan. Laporan JOLTS mencatat jumlah lowongan pekerjaan meningkat menjadi 7,594 juta pada Mei, sementara Indeks Kepercayaan Konsumen turut membaik pada Juni. Di sisi lain, pejabat The Fed Beth Hammack menyatakan kenaikan suku bunga masih memungkinkan apabila inflasi tetap tinggi. Kombinasi faktor tersebut memperkuat dolar AS sebagai aset safe haven, meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan isu Selat Hormuz masih menjaga tingkat kehati-hatian investor.
Pelaku pasar kini menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Forum ECB Sintra, disusul rilis data ADP Employment dan PMI Manufaktur ISM yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS. Perhatian berikutnya akan tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis Kamis. Selama prospek suku bunga tinggi dan dolar AS tetap dominan, peluang pemulihan harga emas diperkirakan masih terbatas, sehingga tren jangka pendek cenderung tetap mengarah ke pelemahan.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAU/USD pada grafik 4 jam masih bergerak dalam tren menurun setelah gagal menembus area resistance di kisaran 4.008 – 4.009. Zona tersebut kini menjadi area jual (sell area) yang berpotensi memicu tekanan baru selama harga tetap berada di bawah level 4.040, yang berfungsi sebagai batas invalidasi skenario bearish. Struktur pergerakan harga juga masih membentuk rangkaian lower high dan lower low, menandakan dominasi penjual belum melemah.
Apabila tekanan jual berlanjut, target penurunan terdekat berada di area 3.952, dengan sasaran berikutnya di sekitar 3.928 sebagai support penting. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.040, peluang pembalikan arah menuju fase pemulihan akan semakin terbuka. Untuk saat ini, strategi yang lebih konservatif adalah menunggu reaksi harga di area resistance sebelum mengambil keputusan, sambil mencermati sentimen fundamental yang masih berpotensi meningkatkan volatilitas emas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi