Harga emas turun di bawah US$4.000 per ons pada Selasa (30/06) dan menyentuh level terendah dalam hampir delapan bulan. Logam mulia ini mencatat penurunan selama empat bulan berturut-turut karena pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini. Sepanjang bulan ini, emas telah terkoreksi lebih dari 12% dan sekitar 15% dalam kuartal berjalan.
Pelaku pasar kini memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun, dengan peluang kenaikan pertama pada September. Ekspektasi tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil melemah, sementara investor menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed.
Di sisi lain, perkembangan geopolitik masih menjadi perhatian. Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan damai di Doha, Qatar, meski peluang tercapainya gencatan senjata yang berkelanjutan masih belum pasti. Ketidakjelasan terkait pengawasan lalu lintas di Selat Hormuz juga berpotensi memicu kembali ketidakpastian pasar dan memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAU/USD masih bergerak dalam tren turun setelah menembus beberapa level support penting dan membentuk struktur lower low, menandakan dominasi seller masih kuat. Saat ini, area 4.005 menjadi resistance terdekat sekaligus zona sell yang menarik apabila terjadi pullback. Selama harga bertahan di bawah 4.031, peluang pelemahan lanjutan masih terbuka lebar.
Apabila tekanan jual berlanjut, target penurunan berikutnya berada di area 3.942 sebagai support pertama, kemudian 3.913 sebagai target lanjutan. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.031, skenario bearish berpotensi batal sehingga membuka peluang pembalikan arah. Oleh karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi agar manajemen risiko tetap terjaga.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi