Harga minyak mentah turun di bawah US$68 per barel pada perdagangan Kamis (02/07), menyentuh level terendah sejak akhir Februari. Pelemahan ini dipicu meningkatnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global. Optimisme juga tumbuh setelah pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan perkembangan positif.
Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa arus minyak mentah yang melintasi jalur strategis tersebut kini telah melampaui 10 juta barel per hari berkat dukungan militer Amerika Serikat. Di saat yang sama, ekspor minyak Uni Emirat Arab kembali ke level sebelum konflik, sementara ekspor Iran melonjak setelah blokade angkatan laut AS dicabut. Pengiriman minyak Rusia yang mencetak rekor turut menambah pasokan di pasar internasional.
Sentimen pasar semakin membaik setelah Presiden Donald Trump memuji kemajuan proses negosiasi, sedangkan Qatar menyatakan putaran pembicaraan berikutnya akan segera digelar. Meski begitu, Iran tetap bersikeras mempertahankan kendali administratif atas Selat Hormuz. Kombinasi melimpahnya pasokan dan harapan meredanya ketegangan geopolitik terus menjadi faktor utama yang membebani pergerakan harga minyak.
OPINI ANALIS TRAZE
Secara teknikal, WTI Oil pada timeframe 1 jam masih berada dalam tren bearish setelah membentuk rangkaian lower high dan lower low. Area 68.67 menjadi zona resistensi sekaligus area jual yang perlu diperhatikan. Selama harga gagal menembus level tersebut, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi dengan target penurunan pertama di 67.58, kemudian berpotensi berlanjut menuju 66.94.
Skenario pelemahan akan tetap berlaku selama harga bergerak di bawah 68.67. Namun, apabila minyak berhasil menembus dan bertahan di atas 69.15 sebagai area invalidasi, peluang pembalikan arah menuju tren naik akan semakin terbuka. Untuk saat ini, strategi yang lebih aman adalah menunggu pantulan ke area resistensi sebelum mempertimbangkan peluang sell mengikuti tren utama yang masih negatif.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi