Harga emas kembali menguat di atas level US$4.000 per ounce pada perdagangan Kamis (02/07) setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah dalam delapan bulan terakhir. Penguatan ini didorong pernyataan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang menyebut ekspektasi inflasi telah mereda dalam sebulan terakhir sehingga belum ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga. Meski demikian, The Fed tetap menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga.
Sentimen positif juga datang dari data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan perekrutan sektor swasta melambat lebih dalam dari perkiraan pada bulan lalu. Kini perhatian investor tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis hari ini, karena hasilnya berpotensi menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi lain, emas turut mendapat dukungan dari meredanya kekhawatiran inflasi setelah pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat dan pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan perkembangan positif. Meski pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di atas 60%, kombinasi pelemahan inflasi dan ketidakpastian ekonomi tetap menjaga daya tarik emas sebagai aset safe haven.
OPINI ANALIS TRAZE
Secara teknikal, grafik XAU/USD pada timeframe 1 jam menunjukkan harga mulai membentuk pantulan setelah bertahan di area golden ratio Fibonacci 61,8% yang berada di kisaran 4.019. Selama level ini mampu dipertahankan sebagai support, peluang kenaikan masih terbuka dengan target awal di 4.115, kemudian berlanjut menuju 4.157 jika momentum beli semakin kuat. Pola ini mengindikasikan minat beli mulai kembali muncul setelah tekanan jual sebelumnya mereda.
Sebaliknya, apabila harga gagal bertahan di atas 4.019, tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka jalan menuju area support berikutnya di 3.960 sebagai level invalidasi. Oleh karena itu, pergerakan harga di sekitar support utama menjadi penentu arah berikutnya. Selama tidak terjadi penembusan ke bawah level tersebut, prospek jangka pendek emas masih cenderung bullish dengan peluang melanjutkan pemulihan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi