Harga emas melanjutkan penguatannya dan mendekati level US$4.200 per ounce pada perdagangan Jumat (03/07). Kenaikan ini dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.
Laporan terbaru menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah proyeksi 110.000 dan menjadi pertumbuhan terendah dalam empat bulan terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran bertahan di 4,2%. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Selain didukung pelemahan ekspektasi kenaikan suku bunga, harga emas juga memperoleh sentimen positif dari turunnya harga minyak dan meredanya kekhawatiran inflasi. Pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz seiring kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran turut membantu meredakan tekanan pada pasar energi, sehingga semakin meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga emas (XAU/USD) berhasil mempertahankan tren naik setelah menembus area resistance penting dan kini bergerak di atas garis tren bullish. Selama harga mampu bertahan di atas 4.136, momentum beli masih mendominasi sehingga peluang penguatan menuju target pertama 4.195 tetap terbuka. Jika tekanan beli berlanjut, emas berpotensi melanjutkan reli hingga target kedua di 4.221.
Di sisi lain, area 4.136 menjadi support kunci yang perlu dijaga untuk mempertahankan struktur kenaikan. Apabila level ini ditembus ke bawah, harga berisiko melemah menuju 4.100 sebagai batas invalidasi skenario bullish. Selama support tetap kokoh, prospek teknikal emas masih cenderung positif dengan peluang menguji level resistance yang lebih tinggi dalam jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi