Harga minyak mentah diperdagangkan di kisaran US$69 per barel pada Senin (06/07), bertahan di dekat level terendah sejak akhir Februari. Pelemahan terjadi seiring pulihnya arus distribusi energi melalui Selat Hormuz, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai mereda. Kondisi tersebut membuat fokus pasar beralih pada potensi melimpahnya pasokan minyak global.
Sentimen bearish juga datang dari keputusan OPEC+ yang kembali menyetujui peningkatan kuota produksi untuk bulan depan. Tujuh negara anggota yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia sepakat menaikkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. Langkah ini mencerminkan keyakinan produsen bahwa kondisi di kawasan Timur Tengah semakin stabil sehingga produksi dapat terus ditingkatkan.
Selain itu, ekspor minyak dari negara-negara Teluk Persia terus menunjukkan pemulihan. Pengiriman minyak Arab Saudi telah mendekati level sebelum konflik, sementara Uni Emirat Arab (UEA) juga kembali meningkatkan ekspornya. Di sisi lain, lalu lintas kapal tanker minyak dan gas melalui Selat Hormuz mulai kembali normal setelah sempat mengalami gangguan, memperkuat ekspektasi bahwa pasokan energi global akan tetap terjaga dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga USOIL masih bergerak dalam fase pemulihan setelah berhasil mempertahankan area support kuat di kisaran 68,53 – 68,16, yang bertepatan dengan zona Golden Ratio Fibonacci 61,8%. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan target pertama di 69,12. Apabila area resistance ini berhasil ditembus, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju 69,38 sebagai target berikutnya.
Sebaliknya, tekanan jual dapat kembali mendominasi apabila harga turun di bawah 68,53 dan menembus support 68,16. Skenario tersebut berisiko membatalkan peluang bullish serta membuka ruang pelemahan yang lebih dalam. Untuk saat ini, bias teknikal masih cenderung positif, sehingga strategi buy on dip tetap layak dipertimbangkan selama harga bertahan di atas area support utama.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi