Harga minyak mentah dunia kembali menguat hingga melampaui US$80 per barel pada Kamis (16/07), sekaligus mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut. Lonjakan ini dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat memperluas operasi militernya terhadap Iran demi menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi energi terpenting di dunia.
Militer AS dilaporkan melancarkan serangan udara baru yang menyasar lokasi penyimpanan serta peluncuran rudal Iran di sekitar Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan perluasan operasi, termasuk opsi pengambilalihan Pulau Kharg yang merupakan terminal ekspor minyak utama Iran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak global.
Sentimen positif pada harga minyak juga diperkuat oleh berlanjutnya serangan Ukraina terhadap fasilitas produksi bahan bakar dan kapal tanker Rusia. Kombinasi risiko geopolitik dari Timur Tengah dan Eropa mendorong kekhawatiran akan semakin ketatnya pasokan energi dunia, sehingga harga minyak berhasil membalikkan sebagian besar pelemahan yang terjadi pada kuartal kedua tahun ini.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga US Oil masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan signifikan pada sesi sebelumnya. Secara teknikal, area 78.510 menjadi support penting yang bertepatan dengan level golden ratio Fibonacci 61,8%. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang melanjutkan pemulihan tetap terbuka dengan target terdekat di 80.136, kemudian berpotensi menguji 80.750 sebagai area resistance berikutnya.
Sebaliknya, jika tekanan jual membawa harga turun hingga menembus 77.820, skenario bullish berisiko batal dan membuka ruang pelemahan yang lebih dalam. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di sekitar area support sebagai penentu arah pergerakan berikutnya, sementara momentum kenaikan akan semakin kuat apabila harga berhasil menembus resistance utama dengan volume yang meningkat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi