Harga emas bergerak dengan kecenderungan melemah pada perdagangan sesi Asia Kamis setelah gagal mempertahankan penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya. Logam mulia ini sempat bangkit dari area terendah dalam sepekan di sekitar $4.020 per ons, namun tekanan jual kembali muncul seiring pelaku pasar menunggu katalis baru.
Risalah rapat FOMC bulan Juni menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat bank sentral mengenai arah kebijakan suku bunga. Kondisi tersebut membuat Dolar AS tidak memperoleh dorongan yang signifikan, sehingga pelemahan emas masih tertahan. Investor kini terus mencermati sinyal terbaru dari Federal Reserve untuk mencari kepastian mengenai langkah kebijakan berikutnya.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak menguat dan memunculkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi global. Situasi ini menopang pergerakan Dolar AS sekaligus membatasi peluang pemulihan harga emas. Selama sentimen geopolitik dan ekspektasi suku bunga masih menjadi fokus utama, volatilitas pasar emas diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik 30 menit masih menunjukkan tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance di kisaran 4.091. Harga saat ini bergerak di bawah garis tren turun, menandakan dominasi penjual masih cukup kuat. Selama harga belum mampu kembali ke atas area 4.073 – 4.091, peluang terjadinya koreksi lanjutan masih terbuka.
Apabila tekanan jual berlanjut, area 4.044 menjadi target penurunan pertama yang berpotensi menjadi zona reaksi harga. Jika level tersebut ditembus, penurunan berpeluang berlanjut menuju 4.032 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, penembusan dan penutupan harga di atas 4.091 dapat membatalkan skenario bearish sekaligus membuka peluang penguatan menuju area 4.114. Trader disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan transaksi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi