Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak melemah pada perdagangan sesi Asia, Kamis (09/07), setelah gagal mempertahankan kenaikan yang membawanya ke level tertinggi dalam dua pekan. Koreksi ini membuat WTI menjauh dari area US$75,75 dan kembali diperdagangkan di atas US$74,00, dengan penurunan sekitar 0,30% dibandingkan sesi sebelumnya.
Meski mengalami tekanan, pelemahan harga minyak diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu dalam. Pasar masih mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati sehingga aksi jual cenderung terbatas.
Ke depan, pergerakan harga minyak akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah, sentimen permintaan global, serta arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Selama risiko geopolitik tetap tinggi, harga WTI berpeluang mempertahankan posisinya di atas level psikologis US$74, meskipun volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, harga WTI masih bergerak di bawah area resistance kuat 74,92 – 75,70, yang menjadi zona penting untuk menentukan arah berikutnya. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan jual masih berpotensi mendominasi. Struktur harga juga menunjukkan pelemahan setelah gagal melanjutkan kenaikan, sehingga peluang koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
Apabila tekanan jual berlanjut, area 72,87 menjadi target penurunan pertama sekaligus support terdekat. Jika level ini ditembus, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju 71,61 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika WTI berhasil menembus 74,92 dan mengonfirmasi breakout di atas 75,70, tren bullish berpeluang kembali menguat dengan potensi kenaikan yang lebih besar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi