Harga emas turun di bawah $4.700 per ounce pada Senin (27/04), melanjutkan pelemahan dari pekan sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh gagalnya upaya menghidupkan kembali negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta masih tertutupnya Selat Hormuz. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi yang berkepanjangan di tengah ketidakpastian geopolitik.
Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran di Islamabad. Di sisi lain, Teheran menegaskan tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman atau blokade. Konflik Timur Tengah yang telah memasuki minggu kesembilan turut mendorong lonjakan harga minyak, menciptakan guncangan pasokan energi terbesar menurut Badan Energi Internasional (IEA).
Lonjakan risiko inflasi membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan berpotensi mengetatkan kebijakan moneter. Hal ini menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan akan tetap berhati-hati, dengan kemungkinan penurunan suku bunga secara bertahap di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan harga masih berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan turun sebelumnya. Area support kuat terlihat di sekitar 4.666–4.658, yang menjadi zona krusial untuk menahan penurunan lebih dalam. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran 4.720 hingga 4.740, yang bertepatan dengan area retracement Fibonacci dan supply zone. Selama harga bertahan di atas support, potensi rebound tetap terbuka dengan struktur higher low mulai terbentuk.
Skenario teknikal saat ini mengarah pada peluang kenaikan bertahap menuju area 4.760 jika terjadi konfirmasi breakout dari resistance minor. Namun, jika harga kembali melemah dan menembus support kunci, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju level lebih rendah. Dengan kondisi ini, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area krusial untuk menentukan arah berikutnya, sekaligus mengantisipasi volatilitas yang masih tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.