Harga emas bertahan di bawah level $4.600 per ons pada Rabu (29/04) setelah sebelumnya merosot hampir 2% ke titik terendah dalam satu bulan. Pelemahan ini dipicu oleh mandeknya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta penutupan Selat Hormuz yang memperburuk kekhawatiran inflasi global. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran meminta pencabutan blokade laut AS di wilayah tersebut, di tengah negosiasi yang masih berlangsung untuk meredakan konflik.
Penutupan jalur strategis ini berdampak besar terhadap pasokan energi dunia, karena sekitar 20% aliran minyak global melewati Selat Hormuz. Gangguan tersebut memicu lonjakan harga energi dan menciptakan tekanan inflasi yang signifikan. Bahkan International Energy Agency menyebut kondisi ini sebagai guncangan pasokan terbesar yang pernah terjadi, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap ketidakstabilan ekonomi global.
Di sisi lain, investor mulai mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral. Ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi atau bahkan meningkat memberi tekanan pada emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Awal pekan ini, Bank of Japan mempertahankan suku bunganya, sementara keputusan dari bank sentral utama lainnya seperti The Fed, ECB, dan Bank of England masih dinantikan, yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga emas XAUUSD pada timeframe 1 jam masih menunjukkan tekanan bearish setelah gagal bertahan di area resistance kunci. Pergerakan turun yang tajam membentuk struktur lower high dan lower low, menandakan dominasi seller masih kuat. Area 4.628 – 4.670 menjadi zona krusial yang berfungsi sebagai supply sekaligus invalidasi tren turun. Selama harga tidak mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, potensi pelemahan lanjutan tetap terbuka dengan konfirmasi dari rejection di zona sell.
Dari sisi target, penurunan berpeluang menguji area support terdekat di sekitar 4.555 sebagai target pertama, dengan lanjutan menuju 4.515 jika tekanan jual meningkat. Skenario ini diperkuat oleh struktur retracement yang menunjukkan reaksi harga di kisaran Fibonacci 50% hingga 78.6%. Namun, apabila terjadi breakout kuat di atas 4.670, bias bearish akan gugur dan membuka peluang pembalikan arah. Oleh karena itu, fokus utama saat ini adalah reaksi harga di zona resistance untuk menentukan validitas kelanjutan tren.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.