HomeMarket NewsEmas Bergejolak Saat Konflik Timur Tengah Memanas dan Ancaman Inflasi Menguat

Harga emas diperdagangkan mendekati $4.750 per ons pada Kamis (23/04), bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi. Ketegangan di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz terus memicu lonjakan harga energi, yang pada akhirnya meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini membuat pasar keuangan cenderung berhati-hati, dengan investor memantau perkembangan situasi secara intens.

Iran dilaporkan tetap menguasai jalur strategis tersebut dengan membatasi hampir seluruh lalu lintas internasional, bahkan disebut telah menembaki kapal komersial dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, Amerika Serikat mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai upaya menekan pemerintah Teheran, langkah yang menuai kecaman karena dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata. Meski demikian, pemerintah AS menyatakan bahwa kesepakatan damai saat ini masih berlaku sambil menunggu proposal baru dari Iran.

Sejak konflik memanas, harga emas justru mengalami tekanan yang cukup signifikan. Kenaikan biaya energi memperbesar risiko inflasi dan membuka peluang kebijakan suku bunga yang lebih tinggi oleh bank sentral. Situasi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai berkurang, tercermin dari penurunan sekitar 10% sejak awal konflik.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) terlihat masih berada dalam tekanan tren turun setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar 4.754. Penolakan pada zona tersebut memperkuat indikasi bearish, ditambah dengan terbentuknya lower high yang konsisten di bawah garis tren menurun. Saat ini, harga juga bergerak di bawah area “zona sell” yang bertepatan dengan level Fibonacci 61.8%, sehingga membuka peluang lanjutan penurunan dalam jangka pendek.

Jika tekanan jual berlanjut, target terdekat berada di kisaran 4.683 sebagai support awal, dengan potensi penurunan lebih dalam menuju area 4.664. Namun, skenario ini bisa berubah apabila harga kembali naik dan menembus resistance kunci di sekitar 4.754, yang akan menjadi sinyal invalidasi tren bearish. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan mencermati reaksi harga di area krusial untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze