HomeMarket NewsDolar Menguat di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Sinyal The Fed Agresif

Indeks dolar AS bertahan di atas level 98,3 pada hari Rabu (22/04) setelah mencatat penguatan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven menyusul batalnya rencana putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan menyebutkan bahwa Wakil Presiden JD Vance membatalkan kunjungan ke Islamabad setelah Teheran menyampaikan melalui Pakistan bahwa mereka tidak akan menghadiri pertemuan tersebut.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat ketika Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Angkatan Laut AS masih melakukan intersepsi kapal di wilayah tersebut. Di sisi lain, Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata yang sedang berlangsung, sambil menunda langkah militer lanjutan hingga Iran mengajukan proposal baru dan proses negosiasi selesai. Situasi ini menciptakan ketidakpastian global yang mendorong investor mencari perlindungan pada mata uang dolar.

Dari sisi kebijakan moneter, calon pejabat Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan komitmennya untuk menjaga independensi bank sentral dari pengaruh Gedung Putih. Ia juga menekankan rencana reformasi luas yang dinilai lebih agresif dibanding ekspektasi pasar. Sikap ini memperkuat sentimen hawkish terhadap dolar AS, sekaligus memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter ke depan berpotensi tetap ketat di tengah dinamika global yang tidak menentu.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) pada timeframe 1 jam terlihat sedang bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan bertahap. Harga saat ini berada di area retracement Fibonacci sekitar 23,6% hingga 0,0%, yang menjadi zona krusial untuk menentukan arah berikutnya. Selama harga mampu bertahan di atas area support sekitar 97,91, potensi rebound tetap terbuka dengan target kenaikan menuju 98,26 hingga 98,42. Struktur higher low yang mulai terbentuk juga memperkuat indikasi adanya peluang lanjutan tren naik dalam jangka pendek.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun menembus level 97,69 sebagai invalidasi, maka skenario bullish akan gugur dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Area golden ratio di sekitar 97,91 menjadi titik penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar sebagai penentu momentum. Dengan kondisi saat ini, pergerakan DXY masih cenderung mengikuti sentimen teknikal dan geopolitik, sehingga konfirmasi breakout atau rejection di area kunci akan menjadi penentu arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze