Harga minyak mentah WTI melanjutkan penguatan dengan menembus level $93 per barel pada Kamis (23/04), mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Lonjakan ini didorong oleh minimnya kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, serta masih tertutupnya Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Kondisi tersebut memperketat pasokan dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas suplai minyak.
Iran dilaporkan tetap mengendalikan wilayah strategis tersebut dengan membatasi hampir seluruh lalu lintas internasional, bahkan disebut melakukan aksi terhadap kapal komersial dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, Amerika Serikat terus mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran guna menekan pemerintah Teheran, langkah yang memicu ketegangan baru karena dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata. Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai masih berlaku tanpa batas waktu sambil menunggu proposal baru, meski Iran belum menunjukkan minat untuk kembali bernegosiasi.
Dari sisi fundamental, data terbaru menunjukkan penurunan persediaan energi di Amerika Serikat, termasuk produk olahan utama. Laporan dari EIA mengindikasikan permintaan tetap kuat, baik dari konsumsi domestik maupun pasar ekspor. Kombinasi antara gangguan pasokan global dan tingginya permintaan ini menjadi faktor utama yang terus menopang kenaikan harga minyak dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur bullish yang masih terjaga setelah berhasil mencetak higher high dan menembus area resistance sebelumnya. Pergerakan ini didukung oleh terbentuknya pola break of structure (BOS), yang mengindikasikan dominasi buyer dalam jangka pendek. Saat ini, harga berada di atas area support kunci sekitar 90.300, yang juga bertepatan dengan zona Fibonacci 61.8%, menjadikannya area potensial untuk melanjutkan kenaikan.
Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan target terdekat di kisaran 95.700 dan potensi lanjutan menuju area 98.100. Namun, jika terjadi penurunan hingga menembus level 86.900, maka skenario bullish akan gugur dan membuka ruang koreksi lebih dalam. Oleh karena itu, perhatian utama tertuju pada reaksi harga di area support untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.