Harga emas dunia kembali menguat dan menembus level US$4.300 per ounce pada perdagangan Kamis (18/06), setelah pulih dari tekanan yang terjadi sehari sebelumnya. Sentimen positif muncul usai Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik dengan Iran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi global.
Berdasarkan laporan yang beredar, kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat serta pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Langkah ini meningkatkan optimisme pasar terhadap stabilitas geopolitik, sementara pembahasan mengenai program nuklir Iran dan insentif ekonomi tambahan masih akan berlanjut dalam tahap negosiasi berikutnya.
Meski demikian, kenaikan emas masih dibayangi sikap hawkish Federal Reserve, harga logam mulia sempat anjlok hampir 2% setelah bank sentral AS memberi sinyal dukungan yang lebih kuat terhadap kenaikan suku bunga tahun ini. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan inflasi masih berada di atas target 2%, sehingga komitmen menjaga stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama kebijakan moneter Amerika Serikat.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih bergerak dalam fase pemulihan setelah berhasil memantul dari area support utama. Pada grafik 1 jam, harga bertahan di atas level Fibonacci Golden Ratio yang menjadi zona penting bagi kelanjutan tren naik. Kondisi ini menunjukkan pembeli masih menjaga kendali pasar meskipun volatilitas tetap tinggi pasca pergerakan tajam sebelumnya.
Secara teknikal, peluang bullish tetap terbuka selama emas mampu bertahan di atas area 4.261. Jika momentum beli berlanjut, harga berpotensi menguji resistance terdekat di sekitar 4.360 sebelum mengarah ke target berikutnya di area 4.399. Sebaliknya, penembusan di bawah support dapat memicu aksi jual lanjutan dan membawa harga menuju zona 4.219 sebagai area validasi tren berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.