Indeks dolar AS bertahan di atas level 98 pada awal pekan (04/05) setelah mengalami tekanan tajam sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi kewaspadaan pelaku pasar terhadap potensi intervensi otoritas Jepang untuk menopang nilai yen, terutama di tengah kondisi perdagangan yang cenderung sepi akibat libur nasional. Selain itu, muncul spekulasi adanya kemungkinan koordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang guna menjaga stabilitas mata uang.
Pada pekan lalu, dolar sempat merosot hingga sekitar 3% terhadap yen, memicu dugaan kuat adanya langkah intervensi dari pihak Tokyo, meski belum ada konfirmasi resmi. Situasi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, sembari memantau arah kebijakan dan respons lanjutan dari otoritas terkait. Pergerakan mata uang pun menjadi lebih sensitif terhadap sentimen global.
Di sisi lain, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama laporan ketenagakerjaan bulan April yang diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Faktor geopolitik juga turut memengaruhi sentimen, setelah Presiden Donald Trump menyampaikan rencana pengawalan kapal di Selat Hormuz serta memberi sinyal kemajuan dalam negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.
OPINI ANALIS TRAZE
Indeks dolar AS (DXY) pada timeframe satu jam menunjukkan sinyal pembalikan arah melalui pola inverse head and shoulders, yang sering menjadi indikasi awal penguatan harga. Struktur ini terlihat jelas dari terbentuknya bahu kiri, kepala, dan bahu kanan, dengan garis neckline berada di area 97.95. Saat ini, harga bergerak menguji level tersebut, sehingga breakout valid berpotensi mendorong kenaikan lanjutan menuju target di sekitar 98.40.
Selama harga mampu bertahan di atas area support 97.75, momentum bullish masih terjaga dan peluang reli tetap terbuka. Namun, jika terjadi penembusan ke bawah level tersebut, skenario kenaikan bisa gugur dan tekanan jual berisiko kembali mendominasi. Oleh karena itu, area neckline menjadi kunci penting yang menentukan arah pergerakan selanjutnya dalam jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.