Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan penguatan selama tiga hari berturut-turut dan bergerak di sekitar US$92,30 per barel pada perdagangan Asia, Rabu (09/09). Kenaikan harga minyak dipicu serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg, salah satu pusat ekspor minyak mentah utama. Situasi tersebut meningkatkan risiko geopolitik sekaligus memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global.
Ketegangan semakin meningkat setelah Teheran merespons dengan meluncurkan rudal balistik ke arah Yordania dan memperingatkan kapal-kapal yang berada di kawasan Teluk Persia. Awak tanker di sekitar pelabuhan Kuwait dan Bahrain bahkan diminta segera meninggalkan kapal. Perkembangan ini membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi gangguan jalur perdagangan energi di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, serangan militan Houthi yang didukung Iran terhadap infrastruktur energi Arab Saudi turut memperbesar tekanan pasokan. Kilang Jazan berkapasitas 400.000 barel per hari menjadi salah satu fasilitas yang terdampak. Permintaan minyak China yang menguat juga menopang harga, sementara gangguan di Selat Hormuz mendorong penyuling mencari pasokan dari Afrika, Kanada, dan Amerika Latin. Kondisi tersebut berpotensi menjaga WTI tetap berada dalam tekanan bullish selama risiko pasokan belum mereda.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah (USOIL) pada kerangka waktu 30 menit menunjukkan pola bullish continuation yang solid setelah berhasil membentuk level terendah baru di $89,91. Momentum kenaikan ini berpotensi mengalami retreacment sejenak menuju area koreksi ideal di kisaran Fibonacci Retracement 50.0% ($91,18). Pembeli dapat memanfaatkan zona re-entry tersebut untuk menguji kembali Weak High di $92,46, sebelum melanjutkan reli utamanya.
Jika struktur dorongan naik ini bertahan di atas batas Invalidasi Support pada level 78.60% ($90,45), skenario bullish memiliki peluang besar untuk merealisasikan dua target keuntungan utama. Target pertama berada pada proyeksi Fibonacci -27.20% ($93,15), dan jika dorongan pembeli tetap dominan, harga diperkirakan melaju hingga mencapai Target 2 pada level -61.80% ($94,03).
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi