HomeMarket NewsThe Fed Kembali Naikkan Bunga, Emas Terancam

Harga emas masih bertahan di bawah US$4.300 per troy ounce pada Kamis (17/09) setelah kehilangan penguatan intraday pada sesi sebelumnya. Tekanan datang setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75% – 4%, sekaligus memberi sinyal bahwa kenaikan berikutnya masih terbuka sebelum akhir tahun. Kebijakan ini menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam tiga tahun dan membuat daya tarik emas tanpa imbal hasil kembali tertekan.

Sentimen terhadap emas juga terbebani oleh kekhawatiran inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda, sementara data inflasi inti AS pada Agustus tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi tersebut membuat pasar tetap memperhatikan arah kebijakan moneter dan pergerakan dolar AS sebagai faktor penting bagi harga emas dalam jangka pendek.

Di sisi lain, penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi emas untuk bertahan. Kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah mulai mereda setelah Arab Saudi menargetkan pemulihan sekitar setengah kapasitas jalur pipa East-West dalam beberapa hari dan kembali beroperasi penuh dalam enam minggu. Arus minyak melalui Selat Hormuz juga masih berjalan, dengan sekitar 18 juta barel minyak mentah dan produk petroleum dilaporkan melewati jalur tersebut pada awal pekan ini. Kondisi ini membantu meredakan tekanan inflasi berbasis energi sekaligus menjadi faktor yang perlu diperhatikan trader emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD pada grafik M30 menunjukkan perubahan karakter pasar yang signifikan setelah penembusan Change of Character (CHoCH) ke bawah, mengindikasikan dominasi tekanan jual. Peluang entri posisi sell terbuka saat harga mengalami pullback menuju zona Area Koreksi di kisaran 4.333,799. Skenario ini memperhitungkan titik Invalidasi Resistance pada level 4.367,469 sebagai batas toleransi risiko jika pergerakan berbalik naik.

Arah penurunan diproyeksikan mengejar Target 1 di level 4.262,931 sebagai zona support terdekat. Jika tekanan bears tetap membentang, pergerakan akan berlanjut menuju Target 2 di level 4.235,765 (Weak Low). Strategi ini memanfaatkan momentum koreksi teknikal untuk memaksimalkan rasio imbal hasil terhadap risiko (risk-to-reward ratio) secara terukur.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze