Harga perak (XAG/USD) berhasil menguat setelah mengalami tekanan selama dua hari beruntun dan diperdagangkan di sekitar US$64,00 per troy ons pada sesi Asia. Logam mulia ini bangkit dari level terendah dalam 11 minggu di area US$61,50, didukung oleh perannya sebagai aset pelindung nilai sekaligus bahan baku penting bagi berbagai sektor industri. Kombinasi kedua faktor tersebut membantu menarik minat beli saat pasar menghadapi ketidakpastian global.
Meski demikian, potensi kenaikan masih dibatasi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan udara Amerika Serikat terhadap Iran yang berlanjut selama dua hari memicu kekhawatiran akan konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Situasi semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk sebagai respons atas operasi militer Washington.
Dari sisi fundamental, inflasi Amerika Serikat pada Mei mencatat kenaikan tercepat dalam lebih dari tiga tahun akibat lonjakan biaya energi. Walaupun data tersebut sesuai ekspektasi pasar, investor tetap mencermati arah kebijakan Federal Reserve ke depan. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis Indeks Harga Produsen (PPI) dan data klaim pengangguran yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga serta pergerakan harga perak dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe 30 menit menunjukkan upaya pemulihan setelah harga berhasil bertahan di area Fibonacci Golden Ratio 61,8% yang berada di sekitar 62,62. Zona tersebut menjadi tumpuan penting bagi pembeli untuk mempertahankan momentum kenaikan setelah sebelumnya terjadi tekanan jual yang cukup tajam. Selama harga tetap berada di atas level support tersebut, peluang terbentuknya rebound lanjutan masih terbuka dengan kecenderungan pergerakan mengarah ke area resistance terdekat.
Dari sisi target, perak berpotensi menguji level 65,30 sebagai sasaran awal sebelum melanjutkan penguatan menuju 66,35 apabila minat beli semakin dominan. Struktur harga juga mulai membentuk pola pemulihan setelah mencetak titik terendah baru dan diikuti kenaikan bertahap. Namun, pelaku pasar perlu mencermati area 61,46 sebagai batas invalidasi, karena penembusan di bawah level tersebut dapat memicu tekanan bearish yang lebih dalam dan mengubah prospek jangka pendek menjadi negatif.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.