Harga minyak mentah WTI anjlok hampir 5% mendekati level $91 per barel pada perdagangan Senin (25/05), melanjutkan pelemahan tajam sejak pekan lalu. Penurunan ini dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat meredakan gangguan pasokan energi global. Sentimen tersebut membuat tekanan jual di pasar minyak semakin besar.
Laporan terbaru menyebutkan kesepakatan AS-Iran berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, menghentikan konflik, serta membuka akses terhadap aset Iran yang sempat dibekukan. Namun, Donald Trump menegaskan bahwa Washington belum akan mencabut blokade Selat Hormuz sampai perjanjian resmi benar-benar disepakati. Pernyataan ini membuat pelaku pasar tetap waspada karena negosiasi masih menyimpan ketidakpastian tinggi.
Jika Selat Hormuz kembali beroperasi penuh, pasar energi global diperkirakan akan mendapat pasokan tambahan yang signifikan. Jalur laut strategis tersebut mengalirkan sekitar seperlima pengiriman minyak dan LNG dunia sehingga pembukaannya dapat menekan harga minyak lebih dalam. Sebelumnya, konflik Iran dan blokade ganda di Hormuz telah mengganggu produksi jutaan barel minyak per hari dari kawasan Timur Tengah dan memicu volatilitas besar di pasar komoditas energi.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, USOIL pada timeframe 1 jam masih berada dalam tekanan bearish kuat setelah menembus area support penting dan membentuk struktur lower low baru. Harga saat ini bergerak di bawah area sell zone dengan dominasi tekanan jual yang masih terlihat agresif. Selama minyak bertahan di bawah resistance 94.260 hingga 98.400, peluang pelemahan menuju target 90.120 bahkan 87.860 masih terbuka lebar.
Pergerakan ini juga diperkuat munculnya pola breakout dari trendline support yang sebelumnya menjadi penopang kenaikan harga. Momentum bearish semakin valid setelah terbentuk beberapa sinyal Change of Character (CHoCH) yang mengindikasikan perubahan arah pasar. Namun, trader tetap perlu mewaspadai potensi rebound jangka pendek apabila harga kembali masuk ke area supply sebelum melanjutkan tekanan turun berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.