Harga minyak mentah WTI turun ke kisaran USD 100 per barel pada Rabu (06/05), mencatat pelemahan untuk dua sesi berturut-turut. Penurunan ini terjadi setelah pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang mengumumkan berakhirnya “Operation Epic Fury” karena target operasi dinilai telah tercapai. Sentimen pasar langsung merespons perkembangan tersebut dengan tekanan jual, mencerminkan berkurangnya kekhawatiran jangka pendek terhadap gangguan pasokan energi global.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan menghentikan sementara upaya membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dari Selat Hormuz. Langkah ini bertujuan memberi ruang evaluasi terhadap peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran guna meredakan konflik. Meski demikian, kebijakan blokade terhadap kapal yang menuju maupun meninggalkan pelabuhan Iran tetap diberlakukan, sehingga ketegangan di kawasan masih membayangi pergerakan harga minyak.
Pemerintah AS kini mengalihkan fokus pada upaya pembukaan kembali jalur strategis tersebut, di tengah tekanan internasional dan meningkatnya penolakan domestik terhadap konflik berkepanjangan. Situasi ini diperumit oleh kebuntuan negosiasi antara Washington dan Teheran, di mana Iran menegaskan bahwa dialog hanya dapat berlangsung jika blokade angkatan laut dicabut. Kondisi geopolitik yang belum stabil ini diperkirakan terus memengaruhi volatilitas pasar energi global dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga USOIL pada timeframe 1 jam masih berada dalam tekanan turun yang terlihat dari struktur lower high dan trendline menurun yang terus menahan kenaikan. Setelah sempat menyentuh area sekitar 102, harga kembali melemah dan kini menguji zona demand kuat di kisaran 96. Area ini menjadi kunci karena sebelumnya memicu reaksi beli yang cukup signifikan. Selama harga belum mampu menembus resistance di sekitar 100 – 102, potensi koreksi lanjutan masih terbuka dengan dominasi seller yang tetap kuat.
Skenario teknikal menunjukkan kemungkinan retracement jangka pendek menuju area supply sebelum melanjutkan penurunan ke level lebih rendah di sekitar 94. Jika tekanan jual meningkat dan support 96 ditembus secara valid, maka peluang menuju target berikutnya semakin besar. Sebaliknya, jika terjadi pantulan kuat dari zona saat ini, harga berpotensi menguji kembali resistance terdekat, meski tetap dalam bayang-bayang tren bearish yang belum berubah.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.