Harga minyak mentah WTI turun mendekati $102 per barel pada perdagangan Selasa (19/05) setelah pasar mulai merespons peluang meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen ini muncul usai Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa rencana serangan militer terhadap Iran dibatalkan sementara setelah adanya permintaan dari Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk melanjutkan jalur diplomasi.
Sebelumnya, harga minyak melonjak tajam selama lebih dari sepekan akibat mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz juga memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Selain itu, program nuklir Iran masih menjadi hambatan utama yang membuat negosiasi berjalan alot dan penuh ketidakpastian.
Di sisi lain, pasar turut mencermati keputusan Amerika Serikat yang kembali memberikan izin penjualan minyak mentah Rusia yang sudah dimuat ke kapal tanker. Kebijakan ini dinilai dapat membantu menambah pasokan global dan menekan kenaikan harga minyak lebih lanjut. Meski begitu, volatilitas pasar energi diperkirakan tetap tinggi selama situasi geopolitik dan pembicaraan diplomatik belum menemukan titik terang.
OPINI ANALIS TRAZE

USOIL masih bergerak dalam tren bullish pada time frame 1 jam setelah bertahan di area golden ratio dan demand zone sekitar 100.70. Struktur harga menunjukkan buyer mulai kembali menguasai pasar setelah koreksi singkat gagal menembus support utama. Selama harga tetap bergerak di dalam pola ascending channel, peluang kenaikan minyak masih terbuka cukup besar.
Secara teknikal, area 104.73 menjadi target terdekat yang berpotensi diuji dalam waktu dekat, sementara target lanjutan berada di sekitar 106.50 jika momentum beli semakin kuat. Namun, trader tetap perlu mewaspadai area invalidasi support di 98.23 karena penembusan level tersebut dapat memicu tekanan jual lebih dalam dan mengubah arah tren jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.