Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 5% ke kisaran US$80 per barel pada perdagangan Senin (15/06), sekaligus menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir. Penurunan tajam ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah serta membuka kembali Selat Hormuz pada akhir pekan ini.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia berpotensi kembali berjalan normal dalam waktu dekat. Kesepakatan tersebut juga mencakup pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran. Selain itu, kedua negara dikabarkan menyetujui langkah pembongkaran program nuklir Iran yang disertai insentif ekonomi apabila Teheran memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi tercapainya perjanjian tersebut dan menyebut naskah resmi akan dipublikasikan setelah penandatanganan di Swiss. Kabar ini disambut positif oleh pelaku pasar energi karena konflik yang pecah sejak akhir Februari telah mengganggu pasokan global. Sebelumnya, hampir tertutupnya Selat Hormuz berdampak pada sekitar 20% distribusi minyak dunia, sehingga pembukaan kembali jalur strategis itu diperkirakan dapat membantu menstabilkan pasar.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah (USOIL) masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan area resistance dan kembali bergerak di bawah struktur penting pasar. Pada grafik H1 terlihat terbentuknya Break of Structure (BOS) yang mengonfirmasi dominasi penjual, sementara area 81.80 – 82.30 kini menjadi zona resistensi terdekat yang perlu ditembus untuk membatalkan skenario penurunan. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, peluang koreksi naik diperkirakan hanya bersifat sementara sebelum tekanan jual kembali muncul.
Dari sisi target, level 78.85 menjadi support utama yang sedang diuji. Jika area ini ditembus secara valid, penurunan berpotensi berlanjut menuju 74.61 hingga 71.98 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, apabila terjadi pantulan kuat dari support saat ini, harga berpeluang melakukan retracement menuju 81.83 sebelum menentukan arah selanjutnya. Secara keseluruhan, prospek jangka pendek minyak masih cenderung negatif dengan fokus pasar tertuju pada kemampuan harga mempertahankan area support kritis.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.