Harga minyak mentah turun di bawah US$82 per barel pada Selasa (16/06) setelah anjlok hampir 5% pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi dunia.
Perjanjian sementara tersebut dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa aliran minyak dari kawasan Teluk Persia akan kembali normal setelah kesepakatan mulai berlaku. Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu rincian resmi karena hingga kini Washington dan Teheran belum merilis isi memorandum kesepahaman yang menjadi dasar kesepakatan tersebut.
Ketidakpastian itu membuat perusahaan pelayaran memilih menunda pengiriman kapal melalui Selat Hormuz hingga ada kejelasan lebih lanjut. Sejak konflik pecah pada akhir Februari, pasar minyak global mengalami gangguan signifikan karena jalur tersebut menangani sekitar seperlima pengiriman minyak mentah dunia. Jika akses kembali normal, tekanan terhadap pasokan energi berpotensi mereda dan dapat memengaruhi arah harga minyak dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah (USOIL) masih bergerak dalam fase pemulihan setelah berhasil mempertahankan area demand zone di sekitar 78,88 – 79,00. Secara teknikal, level Fibonacci 61,8% di kisaran 79,15 menjadi support penting yang menjaga momentum kenaikan tetap terjaga. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan menuju resistance 80,13 masih terbuka, dengan target lanjutan berada di sekitar 80,57.
Meski tren jangka pendek cenderung positif, pergerakan harga berpotensi mengalami koreksi sehat sebelum melanjutkan reli. Jika tekanan jual meningkat hingga menembus 79,15, minyak berisiko melemah menuju area 78,54 yang menjadi batas invalidasi skenario bullish. Namun, struktur harga yang masih membentuk kenaikan bertahap menunjukkan dominasi pembeli tetap kuat, sehingga peluang menguji area resistance terdekat masih lebih besar dalam waktu dekat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.