Harga emas bergerak di bawah US$4.700 per ounce pada perdagangan Rabu (13/05) setelah data inflasi Amerika Serikat naik di atas perkiraan pasar. Inflasi konsumen AS tercatat 3,8% pada April, lebih tinggi dari estimasi 3,7%, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Mei 2023. Kenaikan biaya energi akibat konflik Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga tersebut.
Data inflasi yang lebih kuat membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve. Investor kini memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi hingga akhir tahun, bahkan mulai muncul spekulasi kenaikan bunga pada tahun depan. Kondisi ini memperkuat dolar AS dan menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menopang permintaan aset safe haven. Harga minyak terus menguat dalam tiga sesi terakhir karena negosiasi terkait konflik AS-Iran belum menunjukkan kemajuan berarti. Presiden Donald Trump juga mengumumkan langkah baru untuk menekan harga daging sapi dan bensin di tengah tekanan politik menjelang pemilu sela November, sementara pasar tetap mencermati dampaknya terhadap inflasi global dan pergerakan emas.
OPINI ANALIS TRAZE

Tekanan bearish masih mendominasi pergerakan XAUUSD setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.712. Struktur candle pada timeframe 30 menit menunjukkan momentum jual kembali menguat usai muncul penolakan di zona supply, membuka peluang penurunan menuju support 4.671 hingga area target berikutnya di 4.655. Selama harga tetap bergerak di bawah 4.728, tren jangka pendek cenderung melemah.
Sentimen pasar juga dipengaruhi penguatan dolar AS pasca data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini membuat emas kehilangan tenaga rebound dan rawan melanjutkan koreksi apabila tekanan jual terus meningkat. Namun, jika harga mampu kembali menembus 4.712 dan bertahan di atas area tersebut, peluang pemulihan menuju resistance 4.728 kembali terbuka.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.