Harga minyak mentah WTI melonjak menembus level US$99 per barel pada perdagangan Selasa (12/05), melanjutkan kenaikan tajam dari sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam kondisi sangat rapuh. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kelangsungan distribusi energi global, terutama karena Selat Hormuz masih berpotensi mengalami gangguan dalam waktu lebih lama.
Ketegangan semakin memanas setelah Iran dikabarkan meminta Amerika Serikat menghentikan blokade laut serta melonggarkan sanksi ekonomi, sambil tetap mempertahankan pengaruh terhadap jalur pelayaran strategis tersebut. Di sisi lain, laporan terbaru menyebutkan Presiden Trump tengah berdiskusi dengan tim keamanan nasionalnya terkait kemungkinan melanjutkan operasi militer dan pengawalan kapal dagang di kawasan Hormuz. Kondisi ini membuat investor semakin waspada terhadap risiko lonjakan harga energi dunia.
CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, memperingatkan bahwa pasar global kehilangan sekitar 100 juta barel pasokan minyak setiap pekan akibat gangguan distribusi. Menurutnya, apabila krisis berlangsung lebih lama, proses pemulihan keseimbangan pasar dapat tertunda hingga tahun depan. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah pun kini menjadi faktor utama yang terus mendorong volatilitas harga minyak internasional.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL spot pada time frame 30 menit masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil mempertahankan area support kuat di kisaran 95.000 hingga 95.450. Struktur kenaikan mulai terbentuk sejak munculnya pantulan dari level invalidasi support, disertai momentum beli yang mendorong harga kembali menuju area Fibonacci 0.0 di sekitar 96.148. Selama pergerakan tetap bertahan di atas zona golden ratio, peluang penguatan lanjutan masih terbuka lebar.
Secara teknikal, target terdekat berada di area 96.450 sebagai resistance awal sebelum menguji level 96.850 yang menjadi target utama sekaligus zona weak high. Jika tekanan beli meningkat, breakout di atas area tersebut berpotensi membuka jalan menuju penguatan lebih tinggi. Namun, trader tetap perlu mewaspadai koreksi apabila harga turun kembali di bawah 95.450 karena kondisi itu dapat memicu tekanan jual jangka pendek pada minyak mentah dunia.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.