Harga minyak mentah WTI bertahan di kisaran US$72 per barel pada perdagangan Jumat (10/07) setelah sempat melemah sekitar 2% pada sesi sebelumnya. Tekanan harga mulai mereda seiring munculnya laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran sepakat melanjutkan pembicaraan damai, meskipun ketegangan militer baru-baru ini sempat mengganggu jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Di sisi lain, minyak WTI masih berpeluang mencatat kenaikan mingguan lebih dari 4%. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut kesepakatan damai sementara telah berakhir turut menambah ketidakpastian di pasar energi.
Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dunia. Perlambatan aktivitas pengiriman memicu kekhawatiran terhadap pasokan global, sementara proses negosiasi antara AS dan Iran masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, WTI Oil mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil bertahan di atas area demand 71,21 – 71,68. Harga kini bergerak mendekati level 72,20 dengan momentum yang mulai menguat. Selama support tersebut tetap terjaga, peluang kenaikan masih terbuka menuju target awal di 72,80, kemudian berpotensi melanjutkan penguatan ke 73,40 yang menjadi area resistance terdekat.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai zona supply di kisaran 73,50 – 74,00 yang berpotensi memicu aksi ambil untung. Apabila harga gagal bertahan di atas 71,68 dan turun menembus 71,21, skenario bullish berisiko batal sehingga tekanan jual dapat kembali mendominasi. Konfirmasi arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons harga di area support dan resistance tersebut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi