HomeMarket NewsEmas Bertahan di Tengah Ancaman Inflasi Global

Harga emas bertahan di atas level US$4.100 per ounce pada perdagangan Jumat dan berpotensi menutup pekan dengan pergerakan yang relatif stabil meski sempat mengalami volatilitas tinggi. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama setelah Amerika Serikat dan Iran dikabarkan tetap melanjutkan pembicaraan damai di tengah meningkatnya ketegangan yang sempat mengganggu jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz.

Situasi geopolitik yang memanas kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. Serangan militer Amerika Serikat ke sejumlah target di Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran terhadap pangkalan militer AS di kawasan meningkatkan ketidakpastian pasar. Kondisi tersebut membuat investor lebih berhati-hati karena gangguan pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memperbesar tekanan inflasi.

Di sisi lain, prospek kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi perhatian utama. Pasar tetap memperkirakan Federal Reserve masih memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini, meskipun arah kebijakan masih bergantung pada perkembangan ekonomi. Presiden Federal Reserve New York, John Williams, juga menyoroti bahwa lonjakan permintaan yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor yang berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi, sehingga dapat memengaruhi pergerakan harga emas dalam beberapa waktu ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik 1 jam masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil mempertahankan area support penting di kisaran 4.086 yang bertepatan dengan level Fibonacci Golden Ratio 61,8%. Selama harga tetap bergerak di atas zona tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target awal menuju 4.160, kemudian berpotensi menguji area resistance berikutnya di sekitar 4.190 apabila tekanan beli terus meningkat.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi perubahan arah apabila harga menembus support 4.086. Jika level tersebut gagal dipertahankan, tekanan jual berpeluang membawa emas turun menuju area 4.054 yang menjadi batas invalidasi skenario bullish. Oleh karena itu, konfirmasi pergerakan harga serta penerapan manajemen risiko tetap menjadi kunci sebelum mengambil keputusan trading.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze