Harga minyak mentah turun mendekati US$86 per barel pada Jumat (12/06) dan menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan terakhir. Pelemahan ini dipicu meningkatnya harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan energi global serta meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sentimen negatif bagi harga minyak muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat. Perjanjian tersebut disebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Strait of Hormuz serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Di sisi lain, laporan dari kantor berita Fars menyebut Teheran kemungkinan akan menerima proposal tersebut meski persetujuan final masih belum diumumkan.
Meski prospek perdamaian memberikan tekanan pada harga minyak, pelaku pasar tetap berhati-hati. Normalisasi pasokan diperkirakan tidak akan terjadi secara instan karena masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari pembersihan ranjau di Selat Hormuz, pengaktifan kembali ladang produksi yang sempat berhenti beroperasi, hingga perbaikan fasilitas energi yang mengalami kerusakan akibat serangan drone dan rudal. Kondisi ini membuat volatilitas pasar minyak berpotensi tetap tinggi dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada grafik 1 jam menunjukkan sinyal pelemahan setelah menembus garis tren naik dan membentuk Change of Character (CHoCH) ke arah bearish. Kegagalan harga mempertahankan area support sebelumnya memperkuat dominasi penjual, sementara pergerakan saat ini masih berada di bawah zona Fibonacci penting. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance 87,54, tekanan turun berpotensi tetap berlanjut dalam jangka pendek.
Secara teknikal, level 83,77 menjadi target penurunan terdekat yang bertepatan dengan area weak low dan support utama. Jika tekanan jual semakin kuat, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 82,10 sebagai sasaran berikutnya. Sebaliknya, skenario bearish dapat batal apabila minyak berhasil menembus dan bertahan di atas zona suplai sekitar 89,87, yang berpotensi membuka peluang pemulihan lebih lanjut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.