Harga perak (XAG/USD) melanjutkan tren positifnya untuk hari kedua berturut-turut, bertengger di kisaran $75,80 per troy ons pada sesi perdagangan Asia hari Jumat. Apresiasi komoditas tanpa imbal hasil ini dipicu oleh kabar mengenai draf kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Jika terealisasi, langkah diplomasi tersebut berpotensi mengamankan jalur pelayaran krusial di Selat Hormuz, di mana Teheran berkomitmen membersihkan ranjau laut dalam waktu satu bulan demi meredakan kekhawatiran inflasi global.
Meskipun demikian, para pelaku pasar tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan karena situasi politik yang masih dinamis. Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump belum sepenuhnya memberikan lampu hijau terhadap poin-poin kesepakatan tersebut. Wakil Presiden JD Vance bahkan menegaskan bahwa Washington belum mencapai keputusan final, sembari memberi peringatan bahwa AS tetap bersiaga penuh untuk melumpuhkan program nuklir Iran apabila stabilitas kawasan kembali terancam.
Di sisi lain, rilis data Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) terbaru menunjukkan tanda-tanda pendinginan ekonomi di Negeri Paman Sam. Angka inflasi bulanan tercatat lebih rendah dari ekspektasi, yang secara otomatis meredakan kecemasan investor terhadap dampak lonjakan harga energi. Analis pasar menilai kombinasi melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melandainya sektor harga ini dapat mendorong Federal Reserve untuk segera melonggarkan kebijakan suku bunga tinggi mereka, sebuah proyeksi yang menjadi katalis kuat bagi penguatan harga perak ke depan.
OPINI ANALIS TRAZE
Grafik satu jam perak (XAG/USD) menunjukkan pola konsolidasi segitiga yang jelas setelah penurunan harga sebelumnya. Tren pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh adanya Demand Zone kuat di kisaran 71.75 – 72.00, yang didukung oleh level Invalidasi Support 100% pada 71.7528. Pola segitiga simetris ini, yang sering kali merupakan sinyal jeda tren, mengisyaratkan bahwa pelaku pasar sedang menunggu katalis untuk pergerakan besar berikutnya. Para analis teknikal memperhatikan penembusan batas atas segitiga sebagai konfirmasi potensi pembalikan arah.
Berdasarkan alat Fibonacci Retracement dari titik rendah baru, target-target ke atas yang terukur telah diidentifikasi. Jika harga menembus batas atas pola segitiga, Target 1 yang diproyeksikan berada di 76.4144 (0.00%). Penembusan lebih lanjut di atas level ini akan membuka jalan menuju Target 2 yang lebih tinggi di 77.7138 (-27.20%). Golden Ratio 61.80% pada 73.5430 dapat berfungsi sebagai level support kunci dalam skenario bullish. Strategi trading ini memiliki titik pembatalan jelas di bawah Demand Zone, memberikan kejelasan risiko-imbal hasil.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.