Harga emas bertahan di atas $4.500 per ons pada awal pekan setelah melalui perdagangan yang bergejolak. Perhatian pasar masih tertuju pada upaya Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang. Meski kedua negara telah saling bertukar usulan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata, arah negosiasi masih belum menunjukkan kepastian.
Ketidakjelasan perkembangan diplomatik tersebut membuat investor tetap berhati-hati. Presiden Donald Trump kembali menegaskan tuntutannya agar Iran menghentikan program nuklir serta memastikan Selat Hormuz kembali berfungsi sebagai jalur pelayaran internasional yang terbuka. Kondisi ini menjaga permintaan aset safe haven tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik.
Di sisi lain, kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah sebelumnya masih memicu kekhawatiran inflasi dan berpotensi memengaruhi arah suku bunga. Fokus pasar kini beralih ke laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai kekuatan ekonomi AS sekaligus langkah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAUUSD masih bergerak dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 4.570. Tekanan jual mendorong harga turun menuju zona buy yang berada di sekitar level Fibonacci 78,6% di 4.511. Area ini menjadi titik penting bagi pelaku pasar karena berpotensi memicu rebound selama support utama tetap terjaga.
Secara teknikal, peluang bullish masih terbuka apabila XAUUSD mampu bertahan di atas 4.489 sebagai level invalidasi. Pantulan dari zona buy berpotensi membawa harga kembali menguji resistance 4.570, bahkan membuka jalan menuju target berikutnya di area 4.596. Namun, jika support ditembus, tekanan jual dapat meningkat dan mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih negatif.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.