Harga emas bertahan di bawah $4.700 per ons pada Jumat (24/04) dan berpotensi mencatat penurunan sekitar 3% dalam sepekan. Tekanan datang dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga energi serta memicu kekhawatiran inflasi global.
Kedua negara masih mempertahankan blokade di jalur pelayaran strategis tersebut, sementara upaya negosiasi damai belum menunjukkan kemajuan berarti. Presiden Donald Trump bahkan menyatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menindak tegas kapal yang menanam ranjau, di tengah laporan bahwa pasukan AS juga menaiki supertanker bermuatan minyak Iran di Samudra Hindia.
Di sisi lain, gencatan senjata antara AS dan Iran diperpanjang tanpa batas waktu sambil menunggu proposal baru dari Teheran, sementara kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon turut diperpanjang. Kenaikan harga energi memperbesar risiko inflasi dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) pada timeframe 1 jam terlihat masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan area resistance kunci di sekitar 4.754. Struktur pasar menunjukkan pelemahan dengan pola lower high yang terbentuk, menandakan dominasi seller masih kuat. Penolakan di zona “golden ratio” Fibonacci juga mempertegas bahwa momentum naik kehilangan tenaga, sehingga membuka peluang kelanjutan tren turun dalam jangka pendek.
Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi menguji area support berikutnya di kisaran 4.640 sebagai target pertama, dengan kemungkinan ekstensi menuju 4.613 sebagai target lanjutan. Namun, skenario ini bisa berubah apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 4.727 – 4.754, yang akan membuka peluang pembalikan arah. Selama berada di bawah resistance tersebut, bias pasar tetap cenderung bearish dengan pergerakan yang mengikuti tekanan turun.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.