Harga emas bertahan di sekitar level USD 4.500 per ounce pada perdagangan Jumat (29/05) setelah sempat pulih di sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi usai muncul laporan mengenai kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi serta arah suku bunga global. Sentimen tersebut membuat tekanan di pasar komoditas mulai mereda dan investor kembali mencermati perkembangan geopolitik terbaru.
Washington dan Teheran dikabarkan tengah membahas perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari sekaligus membuka negosiasi terkait program nuklir Iran. Selain itu, kedua negara juga mempertimbangkan akses pelayaran tanpa hambatan di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia. Meski begitu, Presiden Donald Trump disebut belum menyetujui proposal tersebut, sementara Wakil Presiden JD Vance menilai pembicaraan masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian mengenai tercapainya kesepakatan final.
Sejak akhir Februari, harga emas mengalami tekanan jual cukup kuat setelah lonjakan harga minyak akibat konflik Iran memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Kondisi itu memperbesar ekspektasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral Amerika Serikat. Di sisi lain, Federal Reserve diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tetap sepanjang tahun ini, walau para pejabatnya terus mengingatkan risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
OPINI ANALIS TRAZE
Berdasarkan grafik pemantauan terbaru pada timeframe 30 menit (M30), pergerakan harga emas (XAUUSD) menunjukkan potensi koreksi sehat pasca mengalami lonjakan bullish yang signifikan. Menggunakan perangkat Fibonacci Retracement, terlihat jelas adanya area koreksi ideal yang ditandai sebagai Zona Buy pada kisaran level $4.497 hingga $4.508 (berada di sekitar level psikologis $4.500 dan rasio Fibonacci 50% – 61.8%). Penurunan saat ini cenderung tertahan di garis support horizontal biru, mengindikasikan adanya akumulasi beli awal yang mencoba menjaga struktur tren naik tetap utuh sebelum melanjutkan reli menuju target berikutnya.
Strategi perdagangan kali ini mengandalkan pembalikan arah harga dari zona pantul tersebut dengan menetapkan dua target keuntungan utama. Target pertama berada pada titik netral di kisaran $4.520, sedangkan target kedua yang lebih optimis diproyeksikan mencapai level tertinggi baru di sekitar $4.529. Demi menjaga manajemen risiko yang disiplin, level Invalidasi Support ditempatkan secara ketat pada angka $4.488 (Fibonacci 100%). Jika harga menembus ke bawah batas proteksi ini, maka skenario pemulihan bullish dianggap gagal dan pasar berpotensi melanjutkan pelemahan ke area yang lebih rendah.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.