Harga emas kembali menembus level psikologis US$4.000 per ounce pada perdagangan Senin (20/07) setelah sempat bertahan di bawah angka tersebut sepanjang akhir pekan. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah Brent yang melampaui US$90 per barel, sekaligus meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral Amerika Serikat.
Di saat yang sama, sejumlah pejabat Federal Reserve kembali memberikan sinyal dukungan terhadap kenaikan suku bunga pada Juli. Prospek suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi faktor penekan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas. Namun, ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya harga energi tetap mendorong permintaan investor terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Meski berhasil kembali ke level US$4.000, performa emas sepanjang pekan lalu masih mencatatkan penurunan sekitar 2,5%. Sebelumnya, harga sempat jatuh di bawah level tersebut, yang pertama kali berhasil ditembus pada akhir Juni setelah menjadi pencapaian tertinggi sejak November 2025. Pergerakan selanjutnya diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan Federal Reserve serta dinamika pasar energi global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik satu jam menunjukkan momentum bullish mulai menguat setelah berhasil memantul dari area demand di sekitar 4.009. Struktur pasar juga mengindikasikan break of structure (BOS) yang memperbesar peluang kenaikan lanjutan. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, minat beli diperkirakan tetap dominan dengan potensi melanjutkan penguatan menuju area resistensi 4.051 hingga 4.066.
Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai skenario pembatalan apabila harga turun menembus level 3.983 sebagai area invalidasi. Penembusan di bawah titik tersebut berpotensi memicu tekanan jual dan mengubah arah pergerakan jangka pendek menjadi bearish. Oleh karena itu, area 4.009 menjadi level kunci yang layak dipantau sebagai penentu arah pergerakan emas berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi