HomeMarket OutlookPrakiraan Mingguan Emas: Tekanan Bullish Menguat saat Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda

Setelah mengawali pekan dengan pergerakan relatif tenang, Emas (XAU/USD) mulai mengumpulkan momentum bullish dan menembus level US$4.300, mencatat posisi tertinggi sejak pertengahan Juni. Penguatan ini didorong oleh melemahnya Dolar AS (USD), turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September.

Kini, perhatian investor beralih ke data inflasi AS bulan Juli yang akan menjadi ujian penting bagi keberlanjutan reli Emas. Jika tekanan harga tetap terkendali, peluang pelonggaran kebijakan The Fed dapat kembali menguat dan memberikan ruang bagi XAU/USD untuk melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memicu aksi ambil untung.

Emas Menguat saat Pasar Menilai Ulang Kebijakan The Fed

Sentimen terhadap Emas mulai membaik setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan rencana serangan besar-besaran dan membuka kembali jalur negosiasi dengan Iran. Perkembangan tersebut menekan harga Minyak Mentah dan meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global.

Di saat yang sama, Dolar AS kesulitan mempertahankan penguatannya. Kombinasi USD yang melemah, turunnya harga Minyak, serta meningkatnya minat terhadap aset safe haven membantu XAU/USD bergerak lebih tinggi. Pada pertengahan pekan, Emas bahkan melonjak lebih dari 4%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak awal Februari.

Data ekonomi AS turut memperkuat momentum tersebut. Laporan Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan sektor swasta hanya menambah 44 ribu pekerjaan pada Juli, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 70 ribu. Sementara itu, komponen ketenagakerjaan dalam indeks PMI Jasa Institute for Supply Management (ISM) turun ke 47,4 dari 51,2 dan masuk ke wilayah kontraksi.

Data tersebut membuat investor kembali mempertanyakan kekuatan ekonomi AS dan prospek kebijakan The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 55%, dari hampir 70% sepekan sebelumnya. Penurunan ekspektasi tersebut mendorong imbal hasil Treasury AS lebih rendah dan memberikan dorongan tambahan bagi Emas.

Nada hati-hati dari Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, juga ikut menekan USD. Kashkari sebelumnya mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Juli, tetapi dalam pernyataan terbarunya ia menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati terhadap pengetatan kebijakan.

Pernyataannya mengindikasikan bahwa The Fed masih berupaya menekan inflasi tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kashkari juga menilai sebagian tekanan harga terbaru berasal dari sisi pasokan dan menegaskan bahwa kebijakan bank sentral tetap bergantung pada perkembangan data.

Analis OCBC melihat penguatan Emas sebagai kombinasi dari beberapa faktor. Meredanya ketegangan geopolitik menekan harga Minyak, sementara imbal hasil Treasury dan USD juga bergerak turun. Kondisi tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September semakin berkurang.

Dari sisi teknikal, penembusan resistance penting turut memicu pembelian baru dan short covering. Dengan demikian, reli Emas tidak hanya ditopang faktor fundamental, tetapi juga mendapatkan dukungan dari momentum teknikal.

OCBC menilai pasar mulai memperhitungkan beberapa skenario yang menguntungkan Emas, termasuk potensi de-eskalasi konflik AS-Iran, normalisasi aliran Minyak melalui Selat Hormuz, penurunan suku bunga riil, serta USD yang lebih lemah.

Setelah berkonsolidasi pada Kamis, XAU/USD kembali mendapatkan tenaga bullish menjelang rilis data ketenagakerjaan AS. Emas kemudian menembus US$4.300 dan bergerak lebih tinggi.

Menjelang akhir pekan, harga bahkan melampaui US$4.350 setelah ekspektasi kenaikan suku bunga September kembali menurun. Data Nonfarm Payrolls (NFP) turut memperkuat sentimen tersebut. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa lapangan kerja nonpertanian justru turun 23 ribu pada Juli, setelah kenaikan 20 ribu pada Juni yang sebelumnya dilaporkan sebesar 57 ribu. Angka tersebut juga jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 80 ribu.

Inflasi AS Jadi Ujian Berikutnya bagi Emas

Setelah data ketenagakerjaan mengecewakan, perhatian pasar kini tertuju pada data inflasi AS bulan Juli yang akan dirilis BLS pada hari Rabu (12/08). Pasar memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) naik 0,1% secara bulanan, sementara CPI inti diperkirakan meningkat 0,2% setelah tidak mengalami perubahan pada Juni.

Data ini akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah XAU/USD. Jika CPI inti meningkat lebih tinggi dari perkiraan, investor berpotensi kembali meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter ketat The Fed. Imbal hasil Treasury dapat naik dan memberikan tekanan terhadap Emas.

Sebaliknya, jika inflasi berada di bawah ekspektasi, pasar kemungkinan semakin yakin bahwa tekanan harga mulai mereda. Kondisi tersebut dapat menekan USD dan imbal hasil obligasi, sekaligus membuka ruang bagi Emas untuk melanjutkan reli. Commerzbank menilai keputusan The Fed pada September masih sangat bergantung pada perkembangan inflasi. Jika tekanan harga terus mereda, peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga menjadi lebih besar. Namun, inflasi yang kembali meningkat pada Juli atau Agustus dapat mengubah perhitungan tersebut. Karena itu, data CPI pekan ini menjadi salah satu katalis terpenting bagi pasar Emas. Investor akan mencermati apakah tren disinflasi AS masih berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan.

Selat Hormuz Tetap Menjadi Risiko bagi Emas

Selain inflasi, perkembangan geopolitik di Timur Tengah juga perlu diperhatikan. Jika ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat dan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, harga Minyak berpotensi melonjak.

Kenaikan harga Minyak dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan mendorong pasar kembali memperhitungkan kebijakan The Fed yang lebih ketat. Skenario tersebut dapat menjadi hambatan bagi reli Emas.

Rabobank juga memperingatkan bahwa harapan terhadap penyelesaian cepat gangguan pelayaran di Selat Hormuz mungkin terlalu optimistis. Menurut mereka, kesepakatan jangka pendek belum tentu mampu menyelesaikan persoalan utama dalam konflik tersebut. Bahkan jika kesepakatan sementara tercapai, kondisi tersebut belum tentu menjadi solusi permanen. Ketegangan dapat kembali meningkat apabila proses negosiasi menemui jalan buntu, sehingga pasar kembali menghadapi risiko volatilitas tinggi pada harga Minyak, USD, dan Emas.

Outlook Emas Pekan Ini

Secara keseluruhan, prospek jangka pendek XAU/USD masih cenderung bullish. Pelemahan USD, turunnya imbal hasil Treasury, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta momentum teknikal yang kuat menjadi fondasi utama bagi kenaikan Emas.

Namun, setelah reli yang cukup agresif, risiko koreksi tetap terbuka. Data CPI AS menjadi katalis utama yang dapat menentukan apakah Emas mampu mempertahankan momentum di atas US$4.300 atau justru mengalami aksi ambil untung.

Trader sebaiknya mencermati kombinasi antara data inflasi, pergerakan USD, imbal hasil Treasury, harga Minyak, dan perkembangan geopolitik sebelum mengambil keputusan. Selama tekanan jual belum mampu membawa XAU/USD kembali ke bawah support penting, peluang bullish masih terbuka. Sebaliknya, kejutan inflasi dan penguatan USD dapat menjadi pemicu koreksi dalam jangka pendek.

Analisa Teknikal Emas: XAU/USD Masih Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Secara teknikal, XAU/USD mulai menunjukkan perubahan struktur bullish setelah berhasil menembus trendline menurun dan area resistance sekitar US$4.200 – 4.250. Harga kini bergerak di atas Fibonacci 23,6% – 38,2%, menandakan buyer masih memiliki kendali. Selama mampu bertahan di atas US$4.225 – 4.185, peluang penguatan menuju US$4.375 tetap terbuka.

Jika momentum berlanjut, target berikutnya berada di sekitar US$4.475, kemudian US$4.607 sebagai resistance Fibonacci 61,8%. Namun, apabila harga kembali jatuh di bawah US$4.140, tekanan jual berpotensi meningkat menuju US$4.075 – 3.995. Dengan demikian, area pullback menjadi zona penting untuk mengamati konfirmasi lanjutan sebelum mengejar kenaikan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze