HomeMarket OutlookMarket Outlook: The Fed Hawkish, Akankah Rally Emas Berlanjut?

Harga Emas Tertekan Setelah Nada Hawkish The Fed

Harga emas melemah ke sekitar US$4.445 pada awal perdagangan sesi Asia, Senin (31/08), setelah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menyampaikan pandangan yang lebih hawkish dalam simposium ekonomi Jackson Hole. Warsh menilai inflasi Amerika Serikat belum menunjukkan perlambatan yang cukup meyakinkan dan menegaskan bahwa The Fed masih memiliki pekerjaan untuk meredam tekanan harga. Pernyataan tersebut mendorong pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September menjadi 56,9%, dari sebelumnya 39,9%. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 88,7% berdasarkan CME FedWatch Tool. Prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi tekanan bagi harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil dan cenderung kurang menarik ketika tingkat bunga meningkat.

Meski berada di bawah tekanan, fundamental emas masih relatif kuat. TD Securities menilai perubahan ekspektasi kebijakan The Fed dapat memicu aksi ambil untung, tetapi belum tentu cukup kuat untuk membalikkan tren positif emas secara keseluruhan. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar setelah laporan serangan militer AS terhadap peluncur roket Iran yang diduga bersiap mengirim ranjau ke Selat Hormuz. Potensi gangguan pasokan minyak dapat mendorong kenaikan harga energi dan menciptakan tekanan inflasi baru. Kondisi tersebut berpotensi memperumit arah kebijakan The Fed, sekaligus menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

The Fed Tetap Fokus Menekan Inflasi

Warsh juga menyoroti konsumsi rumah tangga yang masih kuat, pasar tenaga kerja yang relatif stabil, serta investasi bisnis yang tumbuh pesat. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perekonomian AS masih cukup solid, sementara inflasi inti belum memberikan bukti yang kuat bahwa tekanan harga sedang bergerak menuju target 2%. Sikap tersebut memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter The Fed kemungkinan akan tetap ketat lebih lama. Dampaknya, Dolar AS berpotensi mendapat dukungan, sementara ruang penguatan harga emas dalam jangka pendek menjadi lebih terbatas.

Memasuki awal September, perhatian pelaku pasar akan beralih pada sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, terutama sektor tenaga kerja Non Farm-Payrolls. Laporan Employment Situation dari Bureau of Labor Statistics (BLS) akan menjadi sorotan utama karena kondisi pasar kerja menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan arah kebijakan moneter. Selain itu, data ISM PMI juga akan menjadi perhatian untuk mengukur kekuatan aktivitas ekonomi.

Jika data menunjukkan ekonomi tetap tangguh dan inflasi belum mereda secara signifikan, tekanan terhadap emas dapat berlanjut. Sebaliknya, pelemahan pasar tenaga kerja atau perlambatan aktivitas ekonomi dapat kembali meningkatkan harapan pelonggaran kebijakan dan membuka peluang bagi emas untuk menguat.

Analisa Teknikal XAU/USD: Emas Menguji Support Kunci

Secara teknikal, XAU/USD terlihat mengalami koreksi setelah gagal bertahan di area resistance US$4.696. Harga kini berada di sekitar US$4.429, tepat pada level Fibonacci 38,2%, sehingga area ini menjadi penentu arah pergerakan berikutnya. Jika mampu bertahan, emas berpeluang rebound menuju US$4.531 dan kemudian menguji kembali US$4.696. Penembusan kuat di atas area tersebut dapat membuka jalan menuju US$4.886.

Sebaliknya, tekanan jual akan semakin kuat apabila harga menembus support US$4.264, yang berpotensi membawa XAU/USD menuju US$4.147 sebagai area invalidasi skenario bullish. Jika level tersebut turut ditembus, risiko pelemahan dapat berlanjut ke zona US$4.010 – US$3.997. Dengan demikian, US$4.264 menjadi level penting untuk menjaga peluang pemulihan emas, sementara pergerakan di atas US$4.531 akan menjadi sinyal awal penguatan kembali.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze