Harga minyak mentah turun di bawah US$102 per barel pada Senin (26/10), setelah sebelumnya mencapai level tinggi. Pelemahan terjadi meski pasar masih dihantui kekhawatiran konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah pemilu Israel dan pemilu paruh waktu Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump mengatakan keputusan terkait Iran akan segera diambil, apakah melanjutkan pembicaraan atau kembali menjalankan operasi militer. Di sisi lain, ketegangan meningkat setelah Iran dan kelompok Houthi disebut meningkatkan ancaman terhadap kepentingan Amerika di kawasan. Bentrokan antara Arab Saudi dan Houthi juga kembali memanas, meningkatkan risiko gangguan pasokan energi.
Untuk sementara, ekspor minyak dari Timur Tengah telah kembali mendekati level sebelum perang. Namun, eskalasi baru dapat mengganggu jalur distribusi dan pasokan global. Kondisi ini membuat pergerakan harga minyak tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik dalam beberapa pekan ke depan.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal USOIL: Potensi Koreksi Turun Menuju Level Support
Grafik pergerakan WTI Oil Spot (USOIL) pada timeframe 15 menit menunjukkan sinyal pelemahan setelah harga gagal bertahan di atas area resistans. Berdasarkan pola chart terkini, komoditas energi tersebut tampak sedang menguji zona koreksi penting sebelum melanjutkan tren penurunan lanjutan menuju target support di kisaran 99.440 hingga 98.580.
Bagi pelaku pasar, momentum ini membuka peluang short position dengan tetap memperhatikan batas invalidasi resistans di level 102.179. Disarankan untuk disiplin menerapkan manajemen risiko serta menunggu konfirmasi price action yang valid di sekitar area koreksi guna mengoptimalkan potensi keuntungan secara maksimal.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi