Harga perak kembali tertekan hingga sekitar US$54 per ons pada Jumat (23/10), menyentuh level terendah sejak November 2025. Pelemahan ini terjadi ketika aksi jual saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) semakin dalam, mendorong investor melepas logam mulia untuk menutup kerugian di aset lainnya.
Tekanan terhadap harga perak juga datang dari kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa suku bunga dapat bertahan tinggi lebih lama, sehingga aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi kurang menarik. Kekhawatiran meningkat setelah rencana Meta menaikkan belanja modal memunculkan pertanyaan mengenai kebutuhan utang untuk membiayai pengembangan AI.
Namun, ada peluang bagi logam mulia untuk kembali mendapat dukungan. Keraguan terhadap keberlanjutan investasi AI mulai membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed berikutnya. Jika tekanan terhadap sektor teknologi terus berlanjut dan prospek kebijakan moneter menjadi lebih longgar, perak berpotensi menemukan pijakan untuk rebound, meski volatilitas masih tinggi.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal XAGUSD: Peluang Sell On Rally Menuju Level US$52,94
Pergerakan XAG/USD pada timeframe M15 mengonfirmasi dominasi tren bearish yang kuat setelah terbentuk penembusan struktur (Break of Structure/BOS) ke arah bawah. Pergerakan pasar saat ini diproyeksikan melakukan pembalikan naik terbatas atau pullback menuju batas kisaran resistance di level 54,4800 sebelum melanjutkan pelemahannya. Skenario koreksi ini tetap berlaku valid selama harga tidak menembus batas invalidasi pada area 54,9621.
Apabila gelombang tekanan jual kembali membentung kenaikan dari zona tersebut, harga komoditas ini berpotensi merosot lebih dalam. Sasaran penurunan pertama menyasar area weak low di level 53,4552 (Target 1). Jika momentum bearish terus berlanjut melampaui dukungan awal, maka target profit berikutnya diproyeksikan menguji level support selanjutnya di kisaran 52,9449 (Target 2).
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi