Harga minyak mentah WTI kembali menguat mendekati USD96 per barel pada perdagangan Jumat (08/05) setelah sempat tertekan di awal pekan. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Konflik terbaru di kawasan Timur Tengah membuat pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi gangguan distribusi minyak dari jalur vital dunia.
Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan pasukannya berhasil mencegat serangan Iran dan melakukan aksi defensif di sekitar Selat Hormuz. Di saat yang sama, kapal perusak rudal AS terus melintasi jalur tersebut untuk menjaga keamanan pelayaran internasional. Meski Washington menegaskan tidak ingin memperbesar konflik, situasi tetap memanas karena pemerintahan Donald Trump masih menunggu respons Iran terkait proposal pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian perang yang telah berlangsung hampir 10 minggu.
Di sisi lain, Badan Energi Internasional atau IEA memperingatkan bahwa perang telah mengganggu sekitar 14 juta barel per hari pasokan minyak global. Lembaga tersebut juga menilai pemulihan produksi pascakonflik kemungkinan berjalan lambat sehingga risiko kekurangan suplai masih membayangi pasar. Laporan terbaru menyebut Iran diperkirakan akan menyampaikan jawaban resminya melalui Pakistan dalam dua hari ke depan, membuat pergerakan harga minyak berpotensi tetap volatil dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL masih bergerak dalam fase pemulihan setelah berhasil memantul dari area support kuat di sekitar 87.50. Pada grafik 1 jam, minyak sempat membentuk kenaikan agresif sebelum mengalami koreksi sehat menuju area Fibonacci 38.2% hingga 61.8%. Zona 90.30 – 92.00 kini menjadi area penting yang berpotensi menahan tekanan jual sekaligus membuka peluang rebound lanjutan apabila buyer kembali mendominasi pasar.
Selama harga tetap bertahan di atas support 87.50, peluang kenaikan menuju resistance 94.85 hingga 96.85 masih terbuka lebar. Namun, jika tekanan bearish semakin kuat dan support utama ditembus, USOIL berisiko melanjutkan penurunan lebih dalam. Saat ini pelaku pasar masih fokus pada ketegangan geopolitik Timur Tengah yang terus memicu volatilitas tinggi pada harga minyak dunia.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.