Harga minyak mentah WTI kembali menguat dan menembus level US$93 per barel pada perdagangan Senin (08/06) setelah sempat melemah dalam dua sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan rudal Iran ke Israel yang memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas gencatan senjata serta prospek perdamaian di kawasan tersebut.
Meski militer Israel menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban jiwa, risiko geopolitik tetap menjadi perhatian utama investor. Di sisi lain, Presiden Donald Trump dilaporkan mengkritik serangan Israel ke Beirut dan mendorong kedua pihak untuk menahan diri serta kembali melanjutkan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Sentimen bullish juga diperkuat oleh terganggunya pasokan energi dari Teluk Persia akibat hampir tertutupnya Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Sementara itu, OPEC+ menyetujui peningkatan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari pada Juli, namun langkah tersebut belum mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan yang masih membayangi.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah memantul kuat dari area demand di kisaran 88.00. Struktur harga berhasil membentuk perubahan karakter (CHoCH) yang mengindikasikan tekanan beli mulai mendominasi. Selama harga bertahan di atas area Golden Ratio 89.82, peluang penguatan masih terbuka dengan target terdekat menuju resistance 94.01.
Dari sudut pandang teknikal, momentum bullish berpotensi berlanjut menuju target lanjutan di area 95.65 apabila terjadi penembusan resistance secara meyakinkan. Namun, trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika harga kembali melemah dan menembus support 89.82, karena kondisi tersebut dapat membawa USOIL menguji ulang zona permintaan di sekitar 88.00 yang menjadi batas validasi tren naik saat ini.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.