Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Asia hari Selasa (23/06) setelah gagal melanjutkan kenaikan moderat yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penguatan Dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi sejak Mei 2025 menjadi faktor utama yang menekan pergerakan logam mulia tersebut.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih menjaga permintaan terhadap aset aman, sehingga tekanan terhadap emas belum berkembang menjadi penurunan yang lebih dalam.
Meski demikian, melemahnya harga minyak dunia membantu meredakan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini mengurangi peluang pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif dari bank-bank sentral, sehingga berpotensi membatasi penurunan emas dan menjaga prospek pergerakannya dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal bearish setelah harga gagal menembus area resistance kuat di sekitar 4.187 – 4.215. Penolakan pada zona tersebut memicu tekanan jual yang mendorong harga turun menembus support minor, mengindikasikan bahwa momentum pelemahan masih cukup dominan dalam jangka pendek. Selama harga bertahan di bawah area resistance, peluang penurunan masih terbuka.
Dari proyeksi Fibonacci dan struktur pergerakan terkini, target penurunan terdekat berada di area 4.141 sebagai support pertama. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji level 4.125 sebagai target berikutnya. Sementara itu, skenario bearish akan berkurang validitasnya apabila XAUUSD mampu kembali menembus dan bertahan di atas 4.187, yang dapat membuka peluang pemulihan menuju area resistance yang lebih tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.