Harga emas bergerak di kisaran US$4.300 per ons pada perdagangan Senin (08/06) setelah mencatat penurunan hampir 5% sepanjang pekan lalu. Pelemahan tersebut membawa logam mulia ke titik terendah dalam lebih dari dua bulan, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Konflik memanas setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel sebagai peringatan terhadap kemungkinan tindakan militer lebih lanjut di Lebanon. Walaupun seluruh rudal berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban jiwa, gangguan pasokan energi akibat konflik berkepanjangan dan terbatasnya aktivitas di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global serta mempertahankan tekanan pada pasar energi.
Di saat yang sama, harga emas turun karena data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan menguatkan dolar AS. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 70%, naik dari sekitar 50% sebelum laporan ketenagakerjaan dirilis.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik 30 menit masih bergerak dalam tekanan setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar 4.333 – 4.353. Zona tersebut bertepatan dengan level Fibonacci Golden Ratio 61,8% yang menjadi penghalang utama bagi upaya pemulihan jangka pendek. Selama harga bertahan di bawah area invalidasi resistance, momentum bearish masih mendominasi dan berpotensi mendorong pergerakan menuju support terdekat di sekitar 4.300.
Jika tekanan jual berlanjut dan level support tersebut ditembus, peluang penurunan menuju target pertama di 4.285 semakin terbuka, dengan sasaran berikutnya berada di area 4.266. Sebaliknya, kenaikan di atas 4.333 dapat mengurangi tekanan bearish dan membuka ruang penguatan menuju 4.353. Untuk saat ini, struktur pergerakan masih menunjukkan kecenderungan turun sehingga pelaku pasar perlu mencermati respons harga pada area support dan resistance kunci sebagai penentu arah selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.