Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menghentikan pelemahan pada perdagangan Selasa (23/06) dan bergerak stabil di sekitar level US$74 per barel. Meski demikian, pergerakan masih berada dekat titik terendah sejak Maret, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam menilai arah pasokan global dan prospek permintaan energi.
Fokus utama investor saat ini tertuju pada perkembangan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meningkatnya optimisme terhadap tercapainya kesepakatan membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap sektor energi Iran, yang berpotensi menambah pasokan minyak ke pasar internasional dan menekan harga komoditas tersebut.
Di sisi lain, pasar masih menunggu kepastian lebih lanjut terkait hasil negosiasi sebelum mengambil posisi yang lebih agresif. Selama belum ada keputusan final, harga minyak diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan sentimen yang dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik serta dinamika keseimbangan antara suplai dan permintaan global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak USOIL masih bergerak di dalam fase konsolidasi setelah mengalami tekanan jual tajam dari area supply. Namun, pergerakan terbaru menunjukkan harga bertahan di atas zona demand kuat sekitar 73,17 – 73,50, yang menjadi area penting bagi pembeli untuk mempertahankan momentum. Selama level support tersebut tidak ditembus, peluang terjadinya pemulihan jangka pendek masih terbuka.
Secara teknikal, terbentuknya reaksi bullish dari area golden ratio memperkuat potensi kenaikan menuju target pertama di 74,53 dan target berikutnya di 74,89. Skenario ini akan semakin valid apabila harga mampu menembus resistance terdekat di sekitar 74,23. Sebaliknya, penurunan di bawah 73,17 dapat memicu tekanan lanjutan dan membuka ruang pelemahan menuju area support yang lebih rendah.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.