Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 1,2% ke area US$75,50 per barel pada perdagangan Asia, Senin (22/06). Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran melaporkan kemajuan signifikan dalam perundingan yang berlangsung di Swiss, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut pembicaraan tersebut menghasilkan “kemajuan besar”. Teheran dikabarkan memperoleh sejumlah konsesi, termasuk peluang ekspor minyak dan petrokimia, akses terhadap aset yang sebelumnya dibekukan, serta langkah-langkah untuk mendukung pemulihan ekonomi. Wakil Presiden AS JD Vance juga menyambut positif hasil negosiasi tersebut.
Sentimen pasar semakin membaik setelah Qatar dan Pakistan, yang berperan sebagai mediator, mengumumkan kesepakatan peta jalan menuju perjanjian final dalam 60 hari. Selain itu, Iran memastikan mekanisme transit telah disiapkan untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dunia, sehingga mengurangi risiko gangguan pasokan dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance 77,57. Pada grafik 30 menit, struktur pasar menunjukkan pelemahan berlanjut dengan harga berada di bawah area koreksi Fibonacci 61,8% di sekitar 76,55. Selama belum mampu menembus zona 76,61–77,57, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi pergerakan jangka pendek.
Di sisi bawah, area 74,15 menjadi target terdekat yang berpotensi diuji dalam waktu dekat. Jika level tersebut ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju support berikutnya di sekitar 73,22 yang bertepatan dengan zona demand kuat. Sebaliknya, kenaikan di atas resistance utama akan membatalkan skenario bearish dan membuka peluang pemulihan yang lebih luas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.