Harga Perak (XAG/USD) melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran USD 67,70 per troy ons pada sesi Asia, Senin (08/06). Tekanan terhadap logam mulia ini muncul setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak. Kenaikan biaya energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, sehingga mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti Perak.
Situasi semakin memanas setelah laporan menyebutkan bahwa Israel melancarkan serangan terhadap sasaran militer di Iran sebagai respons atas serangan rudal sebelumnya. Eskalasi konflik tersebut terjadi di tengah upaya diplomatik yang didorong Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan kawasan. Meski seluruh rudal yang menuju wilayah Israel dilaporkan berhasil dicegat tanpa korban jiwa, perkembangan ini tetap mengguncang pasar energi global dan meningkatkan ketidakpastian investor.
Di sisi lain, data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan turut membebani pergerakan Perak. Nonfarm Payrolls (NFP) bertambah 172.000 pekerjaan pada Mei, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,3%. Kondisi pasar kerja yang tetap solid memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih berpeluang mempertahankan kebijakan moneter ketat atau bahkan menaikkan suku bunga, sehingga memberikan tekanan tambahan pada harga logam mulia.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada grafik 30 menit masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal menembus area resistance 69,46. Struktur harga menunjukkan pola lower high yang mengindikasikan dominasi penjual tetap kuat. Selain itu, pergerakan saat ini masih berada di bawah garis tren menurun, sementara zona Golden Ratio Fibonacci 61,8% di sekitar 68,48 menjadi area krusial yang berpotensi memicu tekanan jual lanjutan apabila tidak mampu ditembus secara meyakinkan.
Selama harga bertahan di bawah 68,48 hingga 69,46, skenario pelemahan masih menjadi fokus utama. Target penurunan terdekat berada di area 66,19, sejalan dengan proyeksi Fibonacci ekstensi -27,2%. Jika momentum bearish semakin kuat, pergerakan berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 65,30. Sebaliknya, penutupan harga di atas 69,46 akan membatalkan outlook negatif dan membuka peluang pemulihan menuju area resistance yang lebih tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.