Harga minyak mentah WTI kembali menguat mendekati level US$90 per barel pada perdagangan Senin (o1/06), setelah berhasil memangkas sebagian pelemahan yang terjadi pekan lalu. Pergerakan ini dipicu oleh ketidakpastian terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar energi global.
Selama akhir pekan, kedua negara dilaporkan saling bertukar usulan untuk merevisi rancangan perjanjian yang bertujuan memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kemajuan signifikan dalam negosiasi tersebut. Presiden Donald Trump juga kembali menegaskan tuntutannya agar Iran menghentikan program nuklir dan memastikan jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka bagi perdagangan internasional.
Meski harga minyak sempat mencatat penurunan bulanan akibat harapan tercapainya kesepakatan yang lebih permanen, level saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik memanas. Gangguan besar terhadap aktivitas di Selat Hormuz sebelumnya telah memicu tekanan pada pasokan energi dunia, sehingga menjaga premi risiko tetap tinggi dan menopang harga minyak di pasar global.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan USOIL pada grafik 1 jam masih menunjukkan struktur bullish setelah berhasil memantul kuat dari area support. Saat ini, zona 86.923 menjadi area beli penting yang berpotensi menarik minat buyer jika terjadi koreksi. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target terdekat di 89.387.
Momentum penguatan dapat berlanjut menuju area resistance 90.334, yang menjadi target utama pergerakan jangka pendek. Namun, trader perlu mewaspadai potensi perubahan arah apabila harga turun menembus 85.439, karena level tersebut menjadi batas invalidasi yang dapat memicu tekanan jual lebih dalam. Secara teknikal, bias pasar masih cenderung positif selama support utama tetap terjaga.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.