Harga emas bergerak di bawah USD 4.500 per ons pada perdagangan Selasa (02/06) setelah melemah pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul seiring mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, yang membuat kekhawatiran terhadap inflasi serta arah suku bunga kembali menjadi perhatian utama investor. Situasi memanas setelah media Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan komunikasi dengan Washington menyusul serangan Israel di Lebanon.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan pembicaraan masih berlangsung dan membuka peluang tercapainya nota kesepahaman dengan Iran dalam waktu dekat. Kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi global. Namun, ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.
Fokus investor kini beralih ke data ketenagakerjaan bulanan Amerika Serikat dan pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve pekan ini. Setelah inflasi AS kembali meningkat akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Prospek kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan emas dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam terlihat membentuk pola koreksi yang gagal menembus area resistance penting di kisaran 4.484 – 4.497. Zona Fibonacci Golden Ratio 61,8% menjadi penghalang kuat bagi kenaikan harga, sementara garis tren menurun masih menjaga dominasi seller. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, potensi pelemahan jangka pendek tetap terbuka dengan tekanan jual yang semakin meningkat.
Secara teknikal, skenario bearish mengarah pada target pertama di area 4.454 sebagai support terdekat. Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju 4.442 yang menjadi target berikutnya. Sebaliknya, penembusan dan penutupan harga di atas 4.497 akan membatalkan peluang turun serta membuka ruang bagi penguatan yang lebih luas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.