Harga minyak mentah WTI bertahan di bawah level USD93 per barel pada Jumat (05/06) setelah merosot lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran masih dapat mencapai solusi diplomatik untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang sangat penting bagi perdagangan energi global.
Meski demikian, pasar tetap mencermati perkembangan hubungan Washington dan Teheran yang belum menunjukkan kemajuan signifikan. Presiden Donald Trump dilaporkan enggan terlibat dalam perang skala penuh dengan Iran, namun situasi dapat berubah apabila terjadi serangan yang menewaskan personel militer Amerika. Di tengah ketidakpastian tersebut, harga minyak acuan AS masih mencatat kenaikan lebih dari 6% sepanjang pekan.
Sementara itu, operasi militer Israel di Lebanon menjadi faktor lain yang memengaruhi sentimen pasar energi. Kelompok Hezbollah yang didukung Iran menolak proposal gencatan senjata yang dimediasi AS, meskipun Trump menyebut organisasi tersebut telah menghubungi Gedung Putih untuk membahas penghentian permusuhan. Kondisi geopolitik yang terus memanas membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.
OPINI ANALIS TRAZE
Peregerakan minyak WTI pada grafik 1 jam menunjukkan peluang penguatan setelah berhasil membentuk struktur kenaikan baru dan mendekati area resistance penting di 91.500. Jika tekanan beli mampu mendorong harga menembus level tersebut, momentum bullish berpotensi semakin kuat dengan target terdekat di 93.044, lalu berlanjut menuju 93.939 yang berada di kawasan supply zone.
Meski prospek masih cenderung positif, pelaku pasar perlu mencermati area invalidasi di 90.287. Penurunan di bawah level ini dapat membatalkan skenario kenaikan dan memicu tekanan jual lanjutan. Selama harga bertahan di atas zona support, sentimen teknikal tetap mendukung pergerakan naik dengan fokus utama pada konfirmasi breakout resistance.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.