Harga minyak mentah WTI diperdagangkan di sekitar USD 92 per barel pada Selasa (02/06) setelah mencatat kenaikan lebih dari 5% sejak awal bulan. Penguatan ini dipicu oleh minimnya kemajuan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Ketegangan meningkat setelah media Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan komunikasi dengan Washington sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Iran bersama sekutunya tengah mempertimbangkan penutupan penuh Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, dua jalur strategis yang berperan penting dalam distribusi minyak dunia.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan negosiasi masih berlangsung dan membuka peluang tercapainya nota kesepahaman untuk membuka kembali akses Selat Hormuz dalam waktu dekat. Sementara itu, otoritas Lebanon mendesak agar seluruh wilayah negara tersebut masuk dalam cakupan setiap perpanjangan perjanjian gencatan senjata, yang turut menjadi perhatian investor dalam memantau perkembangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan WTI Oil masih bergerak dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area puncak 93.15. Pada grafik 1 jam, harga saat ini menguji zona Fibonacci 38,2% di sekitar 90.19, yang menjadi area krusial untuk menentukan arah berikutnya. Selama level tersebut mampu bertahan, peluang terbentuknya pantulan masih terbuka dengan target awal menuju 93.15, sejalan dengan tren naik yang masih terjaga di atas garis support dinamis.
Dari sisi teknikal, area 88.36 yang bertepatan dengan level Golden Ratio 61,8% menjadi support kuat sekaligus batas penting bagi skenario bullish. Reaksi harga di zona ini berpotensi memicu gelombang kenaikan lanjutan menuju 95.26 apabila tekanan beli kembali mendominasi. Namun, penembusan di bawah 88.36 dapat mengubah sentimen jangka pendek dan membuka ruang pelemahan lebih dalam ke area 85.40 sebagai level invalidasi utama.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.